Pengertian
Fisika Menurut Menurut Para Ahli
Beberapa ahli
dibidang ilmu fisika mengemukakan pendapatnya tentang pengertian fisika. Adapun
pengertiannya antara lain :
- Bambang Ruwanto
Fisika
merupakan bagian dari ilmu dasar atau sains dan merupakan salah satu ilmu yang
fundamental.
- Efrizon Umar
Fisika ialah
salah satu ilmu yang didasarkan pada besaran-besaran ilmu fisika.
- Young, Hough D
Menurutnya
fisika ialah salah satu ilmu yang sangat dasar dari berbagai ilmu pengetahuan.
- KBBI
Fisika ialah
ilmu tentang zat dan energi seperti panas, bunyi, cahaya dls.
- Mikrajudin
Menyatakan
bahwa fisika adalah cabang paling utama dalam sains karena berbagai prinsipnya
menjadi dasar bagi saetiap cabang sains lainnya.
- Osa Pauliza
Fisika
merupakan sesuatu yang bisa diukur dan mempunyai nilai yang dinyatakan dalam
bentuk satuan.
- Ensiklopedia
Fisika
merupakan ilmu yang didalmnya mempelajari benda beserta gerakannya juga
manfaatnya bagi manusia.
Definisi Vektor
Secara
sederhana pengertian vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah.
Contoh dari besaran ini misalnya perpindahan, kecepatan,
percepatan, gaya, dan sebagainya. Untuk menggambarkan vektor digunakan
garis berarah yang bertitik pangkal. Panjang garis sebagai nilai vektor dah
anak panah menunjukkan arahnya. Simbol vektor menggunakan huruf kapital yang
dicetak tebal (bold) atau miring dengan tanda panah di atasnya seperti
gambar berikut:
Menggambar sebuah Vektor
Vektor
pada bidang datar mempunyai 2 komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Khusus
untuk vektor yang segaris dengan sumbu x atau y berarti hanya mempunyai 1
komponen. Komponen vektor adalah vektor yang bekerja menuyusun suatu vektor
hasil (resultan vektor). Oleh karenanya vektor bisa dipindahkan titik
pangkalnya asalkan tidak berubah besar dan arahnya.
Secara
matematis vektor dapat dituliskan A = Ax+Ay dimana A
adalah resultan dari komponen-komponenya berupa Ax dan Ay.
Penjumlahan
Vekor
Inti dari operasi penjumlahan vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya atau secara sederhana berarti mencari resultan dari 2 vektor. Aga susah memang dipahami dari definisi tertulis. Kita coba memahaminya dengan contoh
Inti dari operasi penjumlahan vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya atau secara sederhana berarti mencari resultan dari 2 vektor. Aga susah memang dipahami dari definisi tertulis. Kita coba memahaminya dengan contoh
Untuk
vektor segaris, resultannya
R
= A + B + C + n dst…
untuk
penjumlahan vektor yang tidak segaris misalnya seperti gambar di bawah
Menurut
aturan cosinus dalam segitiga,
(OR)2 =
(OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (180o – α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (-cos α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos α
Jika OP = A, PR = B, dan Resultan ‘R’ = OR
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos (-cos α)
(OR)2 = (OP)2 + (PR)2 – 2(OP)(PR) cos α
Jika OP = A, PR = B, dan Resultan ‘R’ = OR
maka
didapat persamaan
R2 = A2 + B2 – 2AB cos α
Rumus menghitung resultan vektornya
R2 = A2 + B2 – 2AB cos α
Rumus menghitung resultan vektornya
Dalam
penjumlahan vektor sobat hitung bisa menggunakan 2 cara
1.
Penjumlahan Vektor dengan cara Jajar Genjang (Pararelogram)
yaitu
seprti yang dijelaskan di atas. Metode yang digunakan adalah dengan mencari
diagonal jajar genjang yang terbentuk dari 2 vektor dan tidak ada pemindahan
titik tangkap vektor.
2.
Penjumlahan Vektor dengan Cara Segitiga
pada
metode ini dilakukan pemindahan titik tangka vektor 1 ke ujung vektor yang lain
kemudian menghubungkan titi tangkap atau titik pangkal vektor pertama dengn
titik ujung vektor ke dua. Lihat ilustrasi gambar di bawah ini.
Untuk
vektor yang lebih dari 2, sama saja. Lakukan satu demi satu hingga ketemu
resultan akhirnya. Dari gambar di atas, V = A + B dan R = V + C atau
R = A + B + C
Pengurangan
Vektor
Pengurangan
Vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan, cuma yang membedakan adalah ada
salah satu vektor yang mempunyai arah yang berlawanan. Misalnya vektor A
bergerak ke arah timur dan B bergerak ke arah barat maka resultannya
R
= A + (-B) = A – B
Rumus
Cepat Vektor
berikut
rumus cepat panduan mengerjakan soal vektor fisika
Jika
α = 0o maka R = V1 + V2
Jika
α = 90o maka R = √(V12 + V22)
Jika
α = 180o maka R = | V1 + V2 |
–> nilai mutlak
Jika
α = 120o dan V1 = V2 = V
maka R = V
Contoh
Soal
Dua
buah vektor sebidang erturut-turut besarnya 8 satuan dan 6 satuan, bertitik
tangkap sama dan mengapit sudut 30o Tentukan besar dan arah
resultan vektor tersebut tersebut!
Jawaban
:
R = 82 + 62 + 2.6.8.cos 30
R = 64 + 36 + 96 0,5 √3
R = 100 + 48√3
R = 82 + 62 + 2.6.8.cos 30
R = 64 + 36 + 96 0,5 √3
R = 100 + 48√3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar